Jika selama ini anda merasa sangat mepet waktu untuk ke kantor, karena beberapa hal pekerjaan di rumah yang menuntut untuk dikerjakan menjelang keberangkatan anda, maka cobalah tips ini! Sangat sederhana dan insyaallah efektif  untuk memberi efek baru dalam diri anda. Atau jika anda selama ini anda termasuk karyawan yang tidak pernah terlambat, tetep bisa mencoba tips ini, barangkali akan lebih memberi efek positif dalam anda memulai hari.
Bagi yang suka mepet-mepet datangnya, cobalah mulai saat ini majukan lima menit saja dari jadwal berangkat anda. Dan cobalah menikmati perjalanan anda. Jika selama ini karena jam masuk kantor sudah begitu mepet sehingga anda akan menginjak gas dalam-dalam, agar segera mengejar jam kerja yang tinggal hitungan menit. Sehingga anda sangat tidak menikmati perjalanan anda, karena energy anda akan terfokus untuk segera sampai ke kantor. Dan lebih parahnya harus melalui hari itu dengan mengumpat, mengomel dsb. pada tukang becak atau sopir bemo, atau penyebarang jalan, atau bahkan sesama pengendara karena mereka seenaknya memotong jalan anda.  Padahal begitu banyak hal dan pelajaran yang bisa anda peroleh di jalanan.

Ada seorang teman yang mencoba mempraktekkan tips sederhana ini, di jalan ia melihat sepasang kakek dan nenek yang sedang mendorong sepeda pancalnya untuk menyeberang jalan, dengan senyum mengembang ia persilahkan sepasang kakek nenek untuk menyeberang. Mungkin bagi sebagian orang hal itu terlalu sederhana, namun tahukah anda bahwa hal itu memberi efek luar biasa dalam dirinya. Seperti dituturkannya, “ Memberi mereka jalan, dan melihat senyum tulus sebagai ungkapan terima kasih mereka membuat sesuatu di dada saya membuncah, dan  efeknya  membuat  bersemangat sekali hari itu, bahkan seharian saya bekerja sambil murah senyum pada rekan-rekan di kantor”. Dia mengaku pagi itu mendapat pencerahan untuk tidak mepet-mepet lagi masuk kantor, karena ia jadi ketagihan untuk mendapat pelajaran di jalanan. Pelajaran kecil yang sangat indah.

Atau jika anda sudah menjadi karyawan yang rajin untuk tidak terlambat ke kantor, cobalah majukan lima menit jam keberangkatan anda ke kantor, dan cobalah untuk memilih rute lain dari jalur yang selama ini anda lalui. Anda  akan menemukan pemandangan baru, hal-hal kecil baru yang mungkin tidak anda temui selama ini, cobalah nikmati perjalanan anda. Seorang temen juga bercerita ketika mencoba tips sederhana ini, tanpa sengaja ia melihat iklan yang di temui dijalanan. Barang yang selama ia cari-cari, ditemukan iklannya tanpa sengaja., karena ia mengubah jalurnya untuk berangkat ke kantor. Atau barangkali anda akan menemukan tempat-tempat makan, belanja, atau toko khusus peralatan bayi yang anda butuhkan dan lebih dekat dengan rumah.

Atau anda akan menemukan hal-hal kecil, seperti memperhatikan anak-anak jalanan mengamen, anak-anak bawah umur menjajajakan koran, permen, rokok, minuman, diperempatan-perempatan jalan yang tak pernah anda lalui. Rasa empati, rasa sosial kedermawanan anda mungkin akan tersentuh. Mungkin saat itu anda hanya akan mengulurkan receh, namun siapa tahu suatu saat anda tak sekedar mengulur receh, namun memberi mereka sesuatu yang lebih bermakna, semisal menjadi orang tua asuh, mempunyai ide untuk memberdayakan mereka, menjadi pertner usaha anda, dsb.

Atau ketika dijalan lain itu anda melihat para bakul-bakul, atau pedagang kaki lima dengan semangat mereka menggelar dagangannya, seolah mereka yakin bahwa rejeki adalah hak mutlak Allah untuk membaginya bagi yang mengharap ridhoNya. Demi melihat mereka dengan semangatnya, sehingga  gairah  itu tertular kepada kita membentuk energi baru, dan menjadi amunisi kita untuk memulai hari itu.

Atau jika dalam perjalanan itu anda  melihat kesuksesan orang lain, bisa menggelorakan semangat kita untuk lebih tekun dan sedikit ngotot untuk menjemput rejekiNya. Asalkan tidak membuat kita lupa, bahwa sebesar apapun rejeki yang Allah titipkan pada kita ada hak-hak yang harus kita tunaikan. Ada hak anak yatim, ada hak kaum dhuafa, ada hak untuk keluarga dan handai taulan kita.

Ada satu ungkapan Emha Ainun Nadjib yang patut untuk kita renungkan, bahwa diatas Hukum ada Moralitas, diatas Moralitas ada Akhlaq dan diatas Akhlaq ada Cinta. Ya ketika kita mampu menempati level cinta, maka apapun yang kita lakukan selalu dalam koridor cinta. Jika dalam hukum syariat dianjurkan untuk menyisihkan 2,5 % dari hasil yang kita peroleh, maka tergantung pada kita, apakah akan menduduki level moral, akhlaq ataukah cintaNya telah membelenggu kita. Sehingga jika dalam hukum syari’at ketentuan 2.5% tadi bisa menjadi 10%, 25%, 50%? Sehingga janji mulut kita   “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untukMu” yang didengungkan minimal 5 kali sehari  tak hanya sekedar penghias bibir dan penggugur kewajiban, namun ada jejak-jejak langkah yang terlihat, ada hasil-hasil konkrit dari sholat, ibadah, hidup dan mati kita.

Semoga dengan memulai hal-hal kecil namun memberi kontribusi besar bagi kekayaan jiwa kita, mampu membuat hidup kita lebih bermakna. Sehingga pada gilirannya akan memberi efek cinta pula bagi orang-orang di sekitar kita, entah di rumah, di keluarga, di tempat kerja, dan dimanapun kita berada. Berjanjilah hanya untuk menyebar rahmat dan cintaNya.

Disempurnakan 20 Januari 2009


Leave a Comment