Al Hikam :29
Sepertinya Al Hikam :29 akan menjadi postingan terakhir bulan Ramadhan 1432 H, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada salah dan khilaf dalam penyampaian. Insyaallah bila ada umur yang panjang akan saya lanjutkan setelah Lebaran,
Selamat berburu hari-hari akhir Ramadhan semoga Allah berkenan memberikan berkah di malam Lailatul Qadar.
selamat menyambut Idul Fitri mohon maaaf lahir batin, semoga Allah berkenan menerima segala amal kita,
Illahi anta maqsudi waridhoka mathlubi
Betapa jauh bedanya antara orang yang berdalil bahwa adanya Allah menunjukkan adanya alam, dan orang yang berdalil bahwa adanya alam menunjukkan adanya Allah. Orang yang berdalil dengan adanya Allah mengerti kebenaran adalah bagi Pemiliknya, sehingga ia menetapkan segala perkara dengan merujuk kepada asalnya. Sedangkan berdalil untuk adanya Allah adalah karena tidak sampai kepadaNya. Betapa tidak! Bilakah Allah itu ghaib sehingga diperlukan bukti-bukti untuk mengetahui adanya Allah? Dan bilakah Dia itu jauh sehingga benda-benda alamlah yang mengantar kepadaNya?
Al Hikam : 29
Yang sering terjadi adalah kita mencari petunjukNya dengan mencoba mencari bukti-bukti keberdaan Allah. Adalah kemustahilan kita akan sampai kepadaNya dengan cara-cara seprti itu. Bila sejak awal tak ada keimanan yang teguh dalam hati kita. Amat sangat beda dengan mereka yang telah merasakan kehadiranNya dalam dirinya sehingga akan dengan kesadaran tinggi melebur dalam cintaNya.
Cara-cara menuju kepadaNya dengan mencari bukti-bukti keberadaaNya memang bisa dijalankan tetapi amat sedikit yang akan menemukan jalan kepadaNya, karena rasio pikirannya yang akan selalu melawan kebenaran yang akan hadir. Rasio akan selalu menyanggah cahaya keimanan yang akan masuk.
Dan masihkan kita mencari bukti kebenaran akan diriNya bila sebenarnya cahaya itu sudah built in dalam diri kita, tidakkah kita merasakannya? Saya teringat kata-kata seorang Anand Krishna ‘ Carilah Hewan dalam dirimu, maka engkau akan menemukan Tuhan’
Ah sudahlah…tiba-tiba saya menjadi pusing….:)
Wallahu’alam
26 Ramadhan 1432 H/ 26 Agustus 2011













September 7, 2011 at 8:27 am
Semoga amal dan ibadah kita diterima oleh Allah Swt. Selamat Idul Fitri ya, mohon maaf atas segala salah saya selama ini, batin dan lahir; taqabalallahu minna wa minkum….
Semoga setelah Ramadhan, saya dapat mengaji al-Hikam lagi di blog ini. matur nwuwun nggih….
September 13, 2011 at 4:23 pm
ditunggu nih update berikutnya cahaya
mohon maaf lahir dan bathin juga
salam
September 30, 2011 at 9:04 am
Subhanallah