Mengaji Al Hikam : 28
Apa yang tersimpan dalam kegaiban hati, pada dunia nyata akan termanifestasi
Al Hikam : 28
Bila setiap hati adalah cahaya maka sinarilah setiap tempat dengan hatimu. Bila hati sudah menyatu dengan cintaNya, pastilah akan memberi output yang baik pula. Seperti lebah yang senantiasa menghirup sari putik bunga, menghisap inti sari bunga, maka ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat.
Itu bukan sesuatu yang bisa direkayasa, seringnya yang terjadi di kehidupan adalah membaik-baikkan diri, jaim jaga image, padahal yang dihatinya adalah kebusukan. Pastilah Allah akan menunjukkannya. Sebaik-baik menyimpan bangkai toh akan terendus juga. Atau lebih halusnya lagi, berusaha merendah-rendahkan dirinya, membodoh-bodohkan dirinya padahal dengan maksud untuk meninggikan mutunya. Contoh, “ Astaghfirullah, saya tadi malem kok bisa sampai kelewatan sholat tahajud, bebal betul saya ini!” dihadapan sebuah majlis ia mengatakan hal itu, bisajadi ia hanya ingin menunjukkan bahwa setiap hari ia selalu melakukan sholat tahajud. Naudzubillah… amalan yang seperti itu hanya akan memberikan pepesan kosong. Minimal tak akan memberi cahay di hati kita, karena tujuannya hanya kemuliaan dimata manusia, bukan dimata Allah! Merendahkan diri untuk meninggikan mutu, hmmhhh sepertinya malah lebih menjjjjikkan ya?
Mari kita berusaha untuk selalu memberi makan jiwa kita hal-hal yang manis yang memperkaya jiwa kita dengan kebaikan, maka insyaallah apapun yang keluar dari diri kita adalah kebaikan pula. Bukankah itu sebuah berkah yang tak ternilai?
Wallahua’lam
Happy Jum’at, 26 Ramadhan 1432 H/ 26 Agustus 2011













Tinggalkan sebuah Komentar