Arsip untuk Maret, 2007


Setelah berhari-hari kami sekantor dalam kondisi kegelisahan, bahkan hape tak pernah jauh-jauh dari sisiku, karena satu hal, kondisi sahabat kami yang sedang sakit ca mamma stadium 4, kritis.
Perjuangannya tak pernah surut, do’a kami (keluarga, teman-teman, saudara-saudara) juga seolah tiada henti, tim dokter yang menanganinya pun seolah tak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik bagi kelangsungan hidupnya dari detik ke detik mengiringi perjuangannya. Subhanallah…
Namun apa daya ketika tubuhnya tak mampu lagi diajak seiring sejalan dengan semangatnya untuk memperjuangkan hidup.
Dan sungguh Allah lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hambanya… mau lanjut?

Berniaga Dengan Allah


Beberapa waktu yang lalu saya pernah cerita tentang Orang Nyentrik (baca : sholeh). Selalu ada cerita-cerita baru yang ‘asik’ untuk didengarkan. Kadang ada tawa karena cerita jenakanya…tapi juga kadang kami terdiam lamaa…lidah serasa kelu untuk berkata-kata…Ada banyak hikmah dan cinta dari cerita-ceritanya…dan tentu nyentrik yang jadi trademarknya. Seperti malam itu dia cerita tentang berniaga dengan Allah… (Emang Allah pedagang?)
Ceritanya begini… Lanjut Baca »

6 Tahun Pernikahan


Pernikahan adalah sebuah kompromi, kompromi untuk mencapai deal dalam berniaga denganNya. Sehingga pada akhirnya jiwa ini hanya tergadai untukNya.Anak-anak adalah buah cinta, buah dari keagungan cinta dari dua manusia yang berjanji didepan Tuhannya. Berjanji untuk menyempurnakan separuh diennya. Lanjut Baca »

Bersahabat dengan Alam


Di Jawa Pos hari Minggu tgl 11 Februari 2007 salah seorang wartawan koran tersebut menulis dengan judul yang cukup menggelitik, “Tidak Mampu Melawan Alam, Bersahabatlah dengan Alam”. Saya tertarik karena sudah beberapa tahun kebelakang negeri kita tergerus oleh fenomana alam. Mulai tsunami, gempa, gunung meletus, kecelakaan transportasi baik darat, laut, dan udara yang terus bertubi-tubi menghajar kita, lumpur Sidoarjo, dan masih banyak lagi. Lanjut Baca »


Adalah sahabatku yang sekarang sedang berjuang untuk sembuh dari kanker payudara stadium 4. Memandang dengan mataku, rasaku ingin menangis saja, dia yang sekarang gundul efek dari kemoterapi, kalau bicara menggeh-menggeh, badannya yang dulu subur, turun sampai hampir 25 kg, memar dan hitam-hitam di lengan tangannya. Sungguh pemandangan mata yang mengiris sembilu. Lanjut Baca »