Ingin Mencharge Spirit, Berkebunlah…!


Teori ini sejujurnya keluar dari pendapat pribadi. Tapi telah melalui studi empiris selama ….satu kali! HAyyah…! La wong baru sekali melakukan uji empiris kok berani-beraninya mengeluarkan fatwa…! Tapi apa yang saya katakan diatas sebagai judul ada benarnya. Semoga ini bukan penemuan seperti Lagu Indonesia 3 Stanza itu. Barangkali teori yang kukeluarkan itu sebenarnya teori kuno tapi baru menurutku.

Ceritanya begini….Beberapa hari terakhir aku sering diajak ke rumah temen yang istrinya jualan bunga. Banyak jenis ada Anthurium, Ephorbia, Jenmani, Gelombang Cinta, dan masih banyak lagi. Asli baru itu aku melihat langsung jenis bunga-bunga yang sedang menjadi buah bibir. Lagi Booming…!! Dan dengan harga gila-gilaan menurut saya yang sangat tidak hobi merawat  bunga (dulu). Sejujurnya saya ikut melihat bunga ke rumah temen karena terpaksa…Suer!, tapi entah kenapa akhirnya memaksa saya untuk ikut melihat, tertarik, dan setiap ada tukang jualan bunga seperti di Kayoon atau di Kalijudan saya jadi lirik-lirik…eh…ternyata asyik juga ngamatin tanaman…Sejujurnya kalau jadi pengamat saya seneng dari dulu…tapi jangan tanya kalau merawatnya…ampun Mak!!!

Di rumah pun sebenarnya ada banyak jenis tanaman yang bagus-bagus. Dulu Ibu mertuaku yang rajin merawatnya. Aku paling cuma rajin berkomentar..(hih tak tahu diuntung ya?!) Ada Sri Rejeki yang sudah berdaun sangat lebar, juga ada beberapa varian lain seperti Beras Kutah dll., Goyang India, Sansifera Farigata, Bougenville, Anggrek Bulan (sayang habis tak berbekas, tinggal satu itupun hidup segan mati tak mau), Melati yang menutupi sekeliling pagar rumah dan jika berbunga lewat depan rumah berbau semerbak melati, dulu juga ada berbagai varian mawar namun nasibnya juga mengenaskan, ada jeruk yang setiap saat berbuah (lumayan bisa buat nyambel), Lidah buaya berduri, sehingga bentuknya bagus, berbagai varian suplir, masih banyak lagi yang aku nggak ngeh dengan jenis maupun namanya. Dulu bunga-bunga itu segar dan sedap dipandang mata. Tapi kondisi itu selalu tak bertahan lama, setiap Ibu Mertua (Almh) pulang ke Probolinggo, tanaman itu jadi kurus lagi, ya gimana enggak memang nggak ada yang ngopeni. Kalau inget itu rasanya saya jahat banget ! Nyesel …Asli…Suer… Inget nasib tanaman-tanaman itu akhirnya banyak yang mati. Seandainya dulu saya enggak cuek-cuek banget, nyiram aja nggak pernah Bro! Apalagi sekarang Ibu telah berpulang, sehingga tak akan ada lagi yang peduli sama tanaman-tanaman di rumah itu. Kasihan ya?

Sampai akhirnya pencerahan itu dateng!!!

Ya dari nganter temen beli bunga di tempat istri temanku akhirnya “hidayah” itu datang (eh ini termasuk hidayah juga kan?). Saya jadi mulai tertarik untuk sekedar melirik. Walaupun tetap cuek…minimal sudah mau melirik, bahkan berdiskusi dengan hati, “Kayaknya asyik juga ya mengurus tanaman!” Dan Puncaknya ketika hari Jum’at dalam hatiku mulai berkompromi dan berniat untuk membenahi tanaman-tanaman di rumah. Entah kenapa keinginan itu begitu kuat, sampai-sampai saya tak sempat memikirkan hal lain selain keperluan apa saja untuk usaha pembenahan itu. Hari Sabtu udah kucanangkan sebagai hari bersih-bersih tanaman. Apalagi kulihat bayak tanaman-tanaman tetangga yang terawat bagus, saya jadi ngiri…Trus ada satu hal lagi yang membuatku jadi berubah 180 derajat! Sekitar dua tiga tahun yang lalu saya pernah iseng-iseng nanya ke tetangga yang hobi menanam bunga, karena kulihat jenis yang baru itu sangat cantik menurutku…Dia bilang beli di Pasar Bratang 60 ribu. HAlah tanaman gitu aja mahal banget sungutku..walaupun aku mengakui memang cantik. Dan tahukah saudara-saudara sekalian harga tanaman yang baru kutahu bernama Gelombang Cinta itu?Mungkin yang sebesar milik tetangga saya sekarang itu sekitar 3 jutaan. Hah?! Speechless deh!

Pernah juga saya di puji karena tebakan saya atas tanya seorang temen penjual bunga ternyata betul. Jadi ceritanya dia punya beberapa tanaman-tanaman mahal (pada saat itu) sejenis Pride Sumatra…yang Cuma berwajah daun-daun lebar dan bawahnya berwarna merah menantang….ternyata dari beberapa jenis yang dia tunjukan yang saya sukai ternyata harganya paling mahal. “Pinter kamu milih, “ kata temen tadi. Hihh…jadi geer deh!! TApi dari kejadian itu akhirnya saya menyadari sebuah potensi dalam diri saya (halah narsis nih!) ternyata nggak banget-banget culunnya saya dalam menilai keindahan sebuah tanaman.Sehingga dari situ muncul kepedean saya terhadap tanaman, intinya ternyata saya punya selera juga (mulai narsis buncis lagi nih!). 

Hari Sabtu yang telah kugadang-gadang tadi gagal total, karena dapet undangan dari Sekolah Mas Gangga. Sorenya juga ada acara yang telah direncanain ama suami. Jadilah Ahad pagi saya benar-benar mupeng untuk beli pupuk n beberapa tanaman penambah koleksi. Untuk seorang pemula dan sangat belia dalam urusan tanam menanam ini niatan untuk membenahi tanaman itu sudah berkah tersendiri. Ditemani Gita keponakanku dan Mas Gangga, pagi itu sudah keluyuran ke penjual bunga di Kalijudan. Wih asyik sekali melihat tanaman-tanaman itu, asli aku jadi pengen ke Pacet untuk menambah koleksi, soalnya kapan hari pas ke Pacet sempat ngeliat ada tanaman-tanaman yang cantik-cantik. Akhirnya tiga tanaman dan dua plastik besar pupuk organik kuusung. Ternyata murah bo! Pupuk sekantong plastik sekitar 5 kg itu seharga lima ribu, trus disebelahnya ada juga penjual tanah yang sudah dicampur pupuk sekarung 4 ribu rupiah. Kubenahi semua tanaman yang telah lama tak terawatt itu, kuganti semua tanahnya dengan tanah baru yang berpupuk, ada sekitar lima belas pot yang kurapikan hari itu, dengan satu janji, someday akan aku buat lebih bagus, karena memang target hari ini hanya untuk membenahi tanaman-tanaman yang semakin kurus. Dan baru hari ini pengakuan itu muncul di diriku bahwa  ternyata berkebun itu mengasyikkan sekali. Asyik…Subhanallah….! Asli baru kutahu…!!Dan itu menimbulkan spirit yang luar biasa hari itu minimal untuk diri saya sendiri. Yang semoga bisa mengimbas bagi orang-orang sekitarku. Buktinya memang hari itu saya dapet pujian dari suamiku karena ikan Sumbal seberat 2 kilogram hasil pancingannya sesiang ini di laut Kenjeran kumasak asem-asem. “Mantap Dik!” pujinya. HAtiku berbunga seindah tanaman yang tadi kubenahi!! 

Pacarkembang 26.08.09

Berkebun kayaknya akan jadi hobi baruku!

Iklan

  1. Ketika kuliah dulu pekarangan kontrakan yang gersang aku penuhi dengan tanaman hias bakal minta sama tetangga. Hanya aku saja yang merawat.

    Ketika 2002 dan 2003 tinggal di rumahku di Sleman yang sampai sekarang belum jadi, aku juga isi pekarangan dengan tanaman hias.

    Aku menyebut itu sebagai tombo ati. Tanaman itu menemtramkan pikiran dan perasaanku.

    Saat ini, ketika sudah gawe di Ibu Kota lagi, aku justru kehilangan jati diri. Merawat tanamanku kagak sempat. Ooohhh…




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: