Arsip untuk September, 2007

Berkaca Pada Mbak Farid


Kami  mempunyai seorang pembantu yang sudah tak kami anggap pembantu lagi, sudah seperti saudara sendiri. Namanya Mbak Farid. Dia sudah ikut kami sekitar dua tahun dan sebenarnya  sekitar 3 bulan yang lalu dia sudah minta ijin pulang terus karena dipanggil pulang oleh Ibunya di Jember , dengan berat hati kami mengijinkan, tapi dengan syarat kami udah dapat gantinya dia sehingga bisa belajar pekerjaan rumah dari nya. Alhamdulillah dia mau. mau lanjut? ati-ati ntar nyesel lo?!…

Iklan

Puasa Pertama Mas Gangga


Puasa Pertama Mas Gangga
Ramadhan kali ini menjadi momen pertama puasa Mas Gangga, anak pertamaku yang usianya 5 tahun. Sebenarnya tak ada target untuk dia, hanya kemaren dengan sedikit dialog saya berhasil menyemangati Mas Gangga untuk puasa. Tapi tetep saja ada kekhawatiran dia belum menetapi janjinya seperti tahun kemaren. Paginya bilang semangat mau puasa..eh malemnya pas dibangunkan untuk sahur dia ogah. Kecewa juga akhirnya, bahkan targetku untuk membuat Mas Gangga ikut bangun sahur aja nggak pernah keturutan. Sedih! nglanjut?..boleh…!


Rindu itu begitu menusuk-nusuk kalbuku karena hampir setahun nggak pulang, ketika di bis menuju perjalanan pulang ada sesuatu yang aneh menjalari hatiku. Menjalar pelan seiring laju bis, semakin mendekat kota tujuanku semakin kuat perasaan aneh itu mengalir. Entah, pulang selalu membawa sejuta warna bagi hatiku. Senyum ibu, wajah ayah, tergambar jelas di depanku. Rasanya kangen sekali, mungkin rasa kangen itu yang menimbulkan rasa aneh di hatiku. Aneh tapi rasanya nyaman. Karena kesibukan kuliah dan kerja membuatku menunda kepulanganku. Menunggu momen pas dan longgarnya waktuku. Dan sekarang disaat Ramadhan menjelang, sengaja aku mengambil cuti seminggu dan kebetulan kuliahku selesai ujian. Kesempatan emas tak kusia-siakan. Rasanya lama sekali tak melahap pepes ikan mas bikinan ibu, ditambah sayur asem, dan tempe goreng plus sambel terasi. Uih…nggak terasa aku menelan air liurku. Rasanya kangen ini telah membuncah…! nglanjut?..klik aja!..


Saya terhenyak ketika membaca laporan Buku Penghubung Sekolah Mas Gangga. Ustadzahnya menulis kurang lebih begini “Ibu, dalam seminggu ini Mas Gangga emosinya sangat tidak stabil, kalau waktu berdo’a jadi tidak khusyu’ maunya main di luar kelas lari-lari atau main pasir. Mohon kerjasamanya untuk menyemangati  Mas Gangga.” Hmmhh..mungkin tulisan itu “kurang kutanggapi” karena memang tipe anakku yang kinestetik. Sampai “teguran” kedua itu sampai juga, kali ini dari Ustadzahnya di TPA MAsjid At Taqwa tempat selama ini dia mengaji. Di Buku Penghubungnya juga ada tulisan yang kurang lebih begini “ Ibu akhir-akhir ini Mas Gangga agak nakal tidak mengaji  hanya bermain lari-lari dengan temannya, kami sudah menasehati tapi masih belum kelihatan hasilnya, mohon di rumah juga dinasehati” nglanjut? monggo…dicethik…!