PENGUMUMAN ARTIKEL INSPIRATIF DAN PUISI TERPILIH UNTUK BUKU ANTOLOGI ESKA


Assalamu’alaikum wrwb

Sahabat-sahabat di mana saja berada terutama sahabat-sahabat Eska, alhamdulillah, setelah melalui penjurian dan penilaian seluruh artikel inspiratif dan puisi yang masuk ke Panitia, dan juga setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan tim juri dan Panitia Buku Antologi Sekolah Kehidupan, akhirnya telah terpilih sebanyak 19 (sembilan belas) artikel inspiratif dan 31 (tiga puluh satu) puisi untuk Buku Antologi Sekolah Kehidupan.

Terima kasih banyak sebelumnya kami haturkan bagi sahabat-sahabat semua yang telah mengirimkan naskahnya untuk Buku Antologi ini. Launching buku ini insya Allah akan diselenggarakan pada perayaan Milad Sekolah Kehidupan yang kedua pada 27 Juli 2008 mendatang.

Secara umum, kualitas tulisan yang masuk berada di level rata-rata. Namun ada beberapa yang karena kekuatan tema, dan keunikan gaya bahasa, membuat tulisan-tulisan tersebut layak untuk diterbitkan. Yang menjadi indikator penilaian adalah substansi cerita, gaya bertutur, dan kekuatan tema.

Berikut beberapa argumen juri dalam pemilihan artikel inspiratif:
• Bersahabat dengan Alam: Siu Elha
Tak banyak orang yang peduli pada alam. Pun, tak banyak orang yang sudi membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya pada alam. Orang2 inilah yang ditulis oleh Siu Elha. Di tengah isu pemanasan global, tulisan Siu Elha tentang para tokoh inspiratif lingkungan ini cukup menyejukkan. Semoga dari sini, semua kita bisa belajar untuk bersahabat dengan alam.

• Nasi Goreng: Lia Octavia
Lia sering menulis artikel kontemplatif dengan gaya yang menarik, seperti gaya cerpen. Tapi justru di situ uniknya. Di sini, kita bisa belajar, bahwa utk hal sesederhana kebiasaan berlangganan nasi goreng pada penjual tertentu saja, bisa membuat kita berprasangka. Padahal, tak selamanya perubahan itu buruk. Ini dapat dilihat dari “kejutan kecil” banyaknya pembeli yang antre di belakang penjual nasi goreng pengganti Pak Jangkung.

• Rindu Abah: Fely Hilman
Setiap orangtua bisa menjadi inspirasi kita. Tak terkecuali oleh Fely Hilman. Meski terkesan ditulis dengan tergesa-gesa, namun Fely mampu menggambarkan sosok Abah sebagai sosok yang pekerja keras, jujur, dan sangat memperhatikan kehidupan beragama anak2nya. Seperti yang ditulis Fely “tak banyak PNS yang siap lembur tanpa dibayar, atau mau membukakan pintu bagi karyawan dan menyapu ruangan, pun bukan tugasnya.” Hal2 yang dilakukan oleh Abah dari Fely. Hal2 sederhana yang berarti.

• Ketika Mempertanyakan Cinta: Febty Febrianti
Banyak wanita muda—termasuk saya—yang merasakan sejumlah dilema ketika akan menikah muda. Banyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang cinta, sosok pendamping hidup, potongan2 penggalan ayat suci, serta setumpuk kecemasan berseliweran di kepala. Tulisan Febty cukup meresensi itu semua. Dan karena menurut Helvy TR “Cinta harus ditumbuhkan setiap hari,” dari tulisan Febty kita belajar bagaimana proses cinta itu bertumbuh.

• Satu Rindu: Listya Arisanti
Seperti tak banyak orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk alam, saya piker, tak banyak juga orang yang bersedia membaktikan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk menyebarkan dakwah di lingkungan sekolah. Disini, Listya menuliskan dengan rinci, bagaimana si tokoh menginspirasinya untuk kembali berkomitmen dan konsisten pada dakwah di sekolah. Karena seperti yang diucapkan si tokoh “Istirahatnya seorang muslim, nanti setelah kita di syurga..”

• Menambal Hati: St. Fatimah
Dari judulnya saja sudah memikat mata saya. “Menambal Hati”. Judul yang pas dengan isi cerita, tokoh penambal ban yang dalam percakapan sederhananya mengajarkan tentang kehidupan. Di sini, kita jadi tahu, bahwa pelajaran ttg kehidupan bisa didapat dimana saja, oleh siapa saja. Bahkan dari seorang penambal ban sekalipun.

• 7.500 Rupiah: Asma Sembiring
Bahasanya kuat, isi kuat dengan sentuhan ironisme. Didukung gaya penulisan yang tidak monoton.

• Ibu: Arham Kendari
Simpel tapi diolah dengan gaya bertutur yang enak. Saran: lebih dieksplorasi lagi sisi pengalaman penulis dan sang ibu.

• Love Miracle From The Andes: Syafa’atus Syarifah
Sangat inspiratif meski penulisannya berdinamika lambat.Tema yang ditawarkan adalah resep keunggulan.

• Kekayaan Berharga: Catur Catriks
Pengalaman nyata memang selalu mengesankan. Kekuatan ceritalah membuat saya memilih tulisan ini. Meski ending perlu dibikin lebih menyentak dan gaya bertutur yang perlu dibikin lebih kontemplatif.

• Mimpiku di Sangatta: Sismanto
Cerita dengan warna lokal sedang trend, dan selalu menarik. Ini kelebihan tulisan ini.

• Nikmat-Nya yang Tak Terhingga: Novi Khansa’
Cerita sederhana. Namun gaya bertutur penulis yang unik membuatnya layak dijagokan.

• Lin, Aku Belajar Banyak Darimu: Setta
Pengisahan yang dramatis ditopang pengalaman nyata yang kuat sehingga tulisan ini cocok jadi andalan.

Dan inilah hasil lengkap artikel-artikel inspiratif dan puisi yang terpilih:
Artikel-artikel inspiratif yang terpilih:

1) 7.500 rupiah (Asma Sembiring)
2) Ibu (Arham Kendari)
3) Love Miracle From The Andes (Syafa’atus Syarifah)
4) Kekayaan Berharga (Catur Catriks)
5) Mimpiku Di Sengatta (Sismanto)
6) Nikmat-Nya Yang Tak Terhingga (Novi Khansa)
7) Lin, Aku Belajar Banyak Darimu (Setta)
8) Aku Sayang Ibu (Yudhi Mulianto)
9) Pelajaran Menulis (Retnadi Nur’aini)
10) Ksatria Hingga Senja (Hamasah Putri)
11) Trouble Maker (Benny Oktaviano)
12) Cerita Di Balik Rumah Kopel (Ichen Zr)
13) Kekuatan Sang Pemimpi (Jenny Jusuf)
14) Bersahabat Dengan Alam (Siu Elha)
15) Nasi Goreng (Lia Octavia)
16) Rindu Abah (Fely Hilman)
17) Ketika Mempertanyakan Cinta (Febty Febrianti)
18) Menambal Hati (St Fatimah)
19) Satu Rindu (Listya Arisanti)

Puisi-Puisi yang terpilih:
1) Adalah Niskala Dalam Setiap Harapku (Dani Ardiansyah)
2) Pulang (Novi Khansa)
3) Kepada Laila (Nia Robie)
4) Lukisan (Ain Nisa)
5) Bocah Debu (Divin Nabb)
6) Rasa Yang Membunuh (Penuliz Mizteriuz)
7) Hati Yang Bergolak (Regantini Salsabila)
8) Aku Adalah Sebongkah Batu (Andhini Putri)
9) Sebuah Penyadaran (Lukman Hadi)
10) Tak Cukup (Candrawali)
11) Asaku Mengukir Senja (Rachmad Jr)
12) Bulir Kebeningan (Lanny Megasari)
13) Mujahid Kecil Kami (Bu Has)
14) Sidoarjo Mengemis (Nana S)
15) Menggenggam Cahaya (Lia Octavia)
16) Terkadang (Wildan Fikri)
17) Jika Kuntum Tak Lagi Mekar I (Sayyid Madany Syani)
18) Untuk Ayah (Meyla Farid)
19) Bayang-Bayang! (Dyah Zakiati)
20) If God Was One Of Us (Retnadi Nur’aini)
21) Penyair Padi (Epri Tsaqib)
22) Menuju Tak Terkenang (Arrizki Abidin)
23) Seratus Purnama (Lilyani Taurisia)
24) Jejak Luka 2 (Azwar Nazir)
25) Tebas Saja Leherku (Siu Elha)
26) Kisah Angin (Sunu Hadi)
27) Permainan Hidup (St Fatimah)
28) Panggung Senayan (Yoyong)
29) Kabar Dari Tuhan (Nera Andiyanti)
30) 20 Mei, Seratus Tahun Kemudian (Hasan Bisri BFC)
31) Tahukah Kau Saudaraku? (Inna Putri)

Selamat bagi para penulis yang artikel maupun puisinya terpilih dalam buku antologi ini. Untuk teknis pembayaran investasi, akan dihubungi via japri oleh Panitia.

Bagi yang tulisannya belum terpilih, mudah-mudahan tetap bersemangat untuk terus menulis dalam mengambil inspirasi dari setiap peristiwa kehidupan di dunia ini.

Terima kasih banyak untuk partisipasi dari sahabat-sahabat semua.

SEKOLAH KEHIDUPAN

Make a comfort home for all
Menggagas Sekolah Tanpa Batas:
Menjalin Kebersamaan, Kepedulian, dan Keaktifan Bersama

Wassalam,

Tim Panitia Buku Antologi Eska:

Epri Tsaqib
Dani Ardiansyah
Lia Octavia
Retnadi Nur’aini
Nursalam AR
Udo Yamin Majdi
Beni Jusuf
Catur Catriks
Novi Ningsih
Listya

Iklan




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: