Mengantar Sukses


Kesuksesan adalah ketika kita mampu mengantar sukses-sukses orang lain minimal seperti sukses yang kita raih, syukur-syukur bisa lebih hebat dari kesuksesan kita (Helvy Tiana Rosa kurang lebihnya).

Ketika pertama kali membaca kalimat itu di blog HTR ada semacam kecemburuan, kok dia bisa ya mencapai level itu? Kesuksesan bagi kita masih sebatas sukses jadi orang terkenal, sukses menjadi yang terbaik, sukses mendapat komen terbanyak di postingan kita (yeee ngaku ), kesuksesan ketika banyak pujian menghampiri kita, sukses ketika tulisan-tulisan kita bisa menembus media, sukses ketika buku-buku kita terbit, sukses dipuji sebagai ibu yang baik, sukses membeli perabotan yang bagi orang lain masih menjadi barang mewah,  sukses mengerjakan tugas kita dengan hasil ekselen, sukses ketika big bos puas dengan hasil jerih payah kita, hmmmmh…kesuksesan kasat mata yang dapat terukur dan nggak salah. Tapi ketika membaca tulisan HTR ketika bermuhasabah di miladnya “Kesuksesan adalah ketika kita mampu mengantar orang lain menjadi sukses” rasanya kesuksesan yang saya sebut diatas menjadi kecil artinya. Pak Ikhwan Sopa sang motivator E.D.A.N malah lebih ekstrim lagi bicara kesuksesan. Menurut beliau, “Saya harus membuat anda sukses karena itu kewajiban saya”. Luar biasa … Tapi memang saya bayangkan nikmat sekali jiwa ini ketika kita ditakdirkan menjadi perantara bagi kesuksesan-kesuksesan orang lain. Rasanya itu makanan terlezat bagi kekayaan jiwa kita.

Saya diberi kesempatan itu…Mengantar sukses…

Eittss… dengerin dulu… kalau arti ‘mengantar’ mbak HTR bener-bener mengantar dalam artian mendidik, menyemangati, membantu, memotivasi, dan mendorong seseorang menuju kesuksesannya juga Pak Sopa yang gigih memberi training orang-orang untuk menjadi E.D.A.N, maka jangan artikan ‘mengantar’ saya disini juga dalam kategori seperti diatas, jangan salah! Karena yang saya maksud ‘mengantar’ disini saya benar-benar mengantar mereka dari rumah saya menuju bandara atau hotel tempat mereka melakukan training setelah lamaran kerja mereka diterima. Hehehe… maap.. tapi yang seperti ini aja rasanya sudah tumpah ruah, bahagianya…

Sejujurnya sekarang saya tengah berbahagia, ketika mengingat seorang cucu (ya saya udah punya cucu keponakan) setelah 3 (tiga) kali gagal menembus tes di AAL akhirnya sukses menembus Akmil Angkatan Darat bersama dengan satu keponakan yang lain, sukses itu diteruskan seorang keponakan yang setelah gagal di AAL akhirnya tembus pendidikan di Curug menjadi Penerbang, dan juga seorang keponakan yang telah 2 tahun lebih magang di Indosat, akhirnya dipanggil untuk menjalani pendidikan di Jatiluhur untuk menjadi Pegawai Tetap, dan yang masih fresh ketika kemaren mengantar keponakan yang lain, Gita yang dulu juga dateng di acara Raker di Bandung ke hotel Bandara Juanda tempat dia menjalani pendidikan untuk menjadi karyawan BRI. Suer rasanya bahagia yang tak terdefinisi dengan jelas, selain memberi rasa nyaman di hati ini. Melihat mereka menjemput kesuksesannya, menapak anak tangga kehidupan mereka. Satu do’a yang ingin saya pinta, semoga jalan yang tengah terhampar didepan mereka akan menjadi jalan yang penuh barakah bagi dunia akhirat mereka. Menjadi jalan menuju keabadian Cinta. Bi Brakatillah…

Salam Sukses…Penuh Berkah….

Pacar Kembang, 03.11.08

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: