Arsip untuk Januari, 2009


Jika selama ini anda merasa sangat mepet waktu untuk ke kantor, karena beberapa hal pekerjaan di rumah yang menuntut untuk dikerjakan menjelang keberangkatan anda, maka cobalah tips ini! Sangat sederhana dan insyaallah efektif  untuk memberi efek baru dalam diri anda. Atau jika anda selama ini anda termasuk karyawan yang tidak pernah terlambat, tetep bisa mencoba tips ini, barangkali akan lebih memberi efek positif dalam anda memulai hari. Lanjut Baca »


Rasanya ungkapan itu seperti bahasa klise ya? Namun ketika tadi malem ada seoarang yang mengungkapkan kembali kalimat tersebut membuat saya merenung, bukan apa! Cuma saya merasa masih belum bisa menyinkronkan kalimat tersebut kedalam satunya lisan, pikir dan rasa saya. Bekerja untuk Ibadah, ibadah yang bagaimana? Kalau sekedar ditanya, memang ideal jawabannya begitu, tapi ibadah yang bagaimana yang bisa saya hayati dengan bekerja? Kalau sholat, puasa, zakat, dzikir, memang sudah selayaknya disebut ibadah. Atau bisa dengan alasan begini, “dengan bekerja menghasilkan uang sehingga bisa menjadi bekal untuk melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk. Atau bekal untuk menunaikan rukun kelima, berhaji, atau untuk membeli mukena, sarung, membeli tanah untuk diwakafkan dsb, adalah bentuk aplikasi bekerja untuk ibadah, tapi saya merasa masih terlalu klise. Belum bisa saya masukkan dalam dunia rasa saya. Lha wong bekerja itu untuk dapet uang kok! Melibatkan rasa bahwa dalam bekerja terkandung nilai ibadah itu yang sulit bagi saya. Lanjut Baca »

Harmoni Cinta


Saya pernah mendengar dari saudaraku yang kebetulan berprofesi sebagai dokter, “Menulis resep buat pasien itu sebuah seni, dan tidak setiap dokter bisa sama”. Saya merenungkan kalimatnya ketika variabel ‘seni’ itu saya masukkan kedalam semua aspek kehidupan. Dan akhirnya saya sepakat dengan pendapatnya. Jadi , walaupun semua dokter menjalani pendidikan yang sama dengan masa tahun yang sama tapi belum tentu outputnya juga sama. Sama ‘mandinya’ (baca : mujarab/manjur) saat memberi resep. Lanjut Baca »