Aku Mengeja Cinta


Mengeja kata cinta memberikan efek menguar pada diriku. Membuat semesta diriku menggelenyarkan rasa ke sel-sel terkecil dari setiap inchi tubuhku. Membuat sebuah dorongan energi lembut namun sangat terasa berkumpul di sebuah bilik terdalam didada saya. Memberikan sebuah efek kenikmatan yang sulit untuk kugambarkan, semakin kudengungkan kata cinta semakin besar energi yang mengalir ke dada saya, menggumpal menjadi sebuah kekuatan yang ingin segera kutumpahkan. Kekuatan itu bernama Energi Cinta.  

Cinta adalah sebuah misteri kekuatan yang nyata walaupun tak teraba dengan indera. Cinta adalah sebuah anugerah yang menghubungkan keberadaan kita denganNya. Cinta adalah alat telekomunikasi paling primitif sekaligus paling mutakhir, karena dia ada sebelum semua ini ada dan akan senantiasa ada ketika kita tak ada.

Cinta kepada sesama, cinta dua anak manusia, cinta kepada seluruh makhluk adalah bagian terkecil dari semesta cinta. Cinta adalah ketika saya mampu memandang setiap sudut yang terjangkau akalku menjadi indah, menjadi sebuah energi yang menyamankan. Tidak negatif tidak positif namun juga bukan apatis, menjadi indah tepatnya. Ketika segalanya diletakkan dalam sebuah bingkai bernama cinta, semuanya menjadi baik-baik saja.

Tragedi sepilu apapun ketika cinta membalutnya maka hanya akan menghasilkan gumaman kecil, “Itulah refleksi cinta!” kebahagiaan sebesar apapun ketika cinta menyelimutinya hanya akan menghasilkan gumaman, “Inilah Ujian Cinta!” Cinta adalah dewasa, cinta adalah bijaksana, karena memang salah satu sumbernya dari Ar Rahman dan al Hakim.

Cinta adalah semesta raya yang menyadarkanku bahwa keberadaanku adalah setitik debu dalam samudera cinta. Namun cinta juga menyadarkanku bahwa hasratku harus meluas mengangkasa. Cinta membimbingku untuk terus memompa energi didadaku untuk kemudian kutumpahkan, terus menerus selama nafas pinjaman ini menjalani kontraknya. Cinta mengajariku hal sederhana tentang berbagi, bahwa hidup adalah takdir untuk berbagi. Namun cinta juga menguliahiku tentang hal mulia, bahwa saya adalah makhluk mulia dimataNya sehingga menjadikanku pemimpin didalamnya. Menjadikan bumi sebagai ladang manajemen cinta.

Aku berani karena cinta, aku takut karena refleksi cinta. Aku tunduk patuh karena dorongan cinta. Aku yakin karena menggenggam cinta.Tak ada sedih dan bahagia yang meraja karena semua memang berpangkal cinta. Aku berjuang untuk memenangkan cinta, aku hanya ingin cinta yang meraja didada. Jika hati adalah tempat bersemayamnya cinta, aku ingin setiap hati tersatukan dalam energi cinta, menyatukan keping-keping menjadi gelombang mahacinta.

Jika aku ada disini menggemakan cinta, menggedorkan hatiku tentang cinta, maka sebenarnya hal sederhana yang ingin kupahamkan, betapa sulit membawa cinta, betapa berat menggendong cinta, karena tak semudah menggemakannya. Cinta adalah riyadhoh, berproses, bersinggungan, bergesekan, bertabrakan, bahkan kadang saling berhancuran. Namun kehidupan memberi pelajaran untuk selalu menghimpunkan hati dalam jamaah cinta, untuk saling menguatkan. Menuju muara Cinta.

Ah …aku merasa masih terbata-bata mengeja cinta, karena masih menyentuh kesadaran terluar, belum mampu meresapinya dalam jiwa. Masih butuh berproses, bersinggungan, bergesekan, bertabrakan, untuk memperjuangkan cinta. Bahkan cinta yang bersemayam ternyata masih berupa pujian dan penghargaan, ternyata cinta tak luput dari godaan penyakit. Jika hati tempat bersemayam cinta, maka penyakit kronis itu juga bersarang di hati, menjadi sebuah benalu yang menggerogoti hati. Menjadi kanker yang siap menjerumuskan dalam lubang kehinaan. Menghancurleburkan segalanya menjadi sebuah titik kembali. Merubuhkan segala pangkat derajat kehormatan, menjadikanku bukan siapa-siapa.

Selamat datang cinta…. Ajari aku dari titik nol kilometer, agar semuanya tersaring dalam filter cinta!

Penghujung Dhuha 17.03.09
Aku menyebut 48 kata cinta dalam tulisan ini.

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: