Arsip untuk Agustus, 2009


Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

Bagiku puisi ini menggetarkan, disaat-saat terakhir dalam perjuangan melawan penyakitnya si Burung Merak ini masih menulis puisi yang begitu gamblang menceritakan keadaan diri dan batinnya. Dan yang paling indah adalah kalimat lugas penutupnya ” Tuhan, Aku Cinta PadaMu”. Kalau kalimat itu dilafalkan orang segar bugar tak akan terasa esensinya, namun ketika kalimat cinta itu diucapkan oleh seseorang yang tengah meregang nyawa betapa hal itu sangat menyentuh sekaligus menggetarkan. Apalagi dituangkan dalam sebuah puisi, yang notabene puisi lebih berat melibatkan rasa emosi dan jiwa.

Mungkin itulah kelebihan seorang penulis (puisi ), diakhir kehidupannya otak masih tetap bekerja normal, karena terbiasa berpikir dan berdzikir. Bila saatkupun tiba, bila kontrak nafas ini telah selesai, saya juga ingin ‘terjaga’ sadar sepenuhnya atas diriku, tak ada pikun sehingga bisa menghadapNya dengan kesadaran penuh dari cinta saya padaNya.

Selamat jalan Rendra, entah kenapa saya juga ikut merasa kehilangan atas kepergianmu! Semoga Allah pun menyambutmu dengan salam, Akupun Cinta padamu, Rendra!