Titipan Liburan


Titipan Liburan
Sebenarnya sudah sedikit terlambat tulisan ini, karena liburan telah usai. Namun saya pikir lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Sekali mutiara tetaplah akan menjadi mutiara kapanpun dia digosok. Momen ini adalah ketika saya usai mengambil raport di sekolah Mas Gangga, ketika Kepala Sekolah menyapa Mas Gangga, beliau tahu itu anak didiknya walaupun tidak menggunakan seragam. Entah bagaimana beliau mengenali sosok anak didiknya, mungkin dari baunya kali ya? Hehehe….
“Gimana raportnya Mas Gangga?, Bagus?” tanya beliau. Kalau pertanyaan beginian harus Bunda nih yang ngejawab.
“Alhamdulillah Ustadz, selalu ada perkembangan baik,” jawab saya.
Ya saya patut bersyukur bahwa ketika awal masuk sekolah Mas Gangga termasuk siswa yang belum bisa baca tulis. Hanya bermodal minat dan antusiasnya. Dan syukurlah  dengan modal pemahamannnya yang baik dia mampu mengejar ketertinggalan. Bahkan dia sangat enjoy saat Ustadzah dikelas harus memberinya tambahan pelajaran Bina Prestasi seusai sekolah. Hasilnya … Subhanallah sejak semester satu Ayahnya selalu komentar, “Bener ta ini nilainya Gangga?” dan sejujurnya saya sendiri juga sedikit kurang percaya melihat gaya slenge’an mas Gangga saat di rumah. Pelajaran buat Bunda jangan memberi penialian underestimate terhadap anak sendiri.
Terutama dalam hal pelajaran eksakta seperti matematika dan komputer saya nilai dia sangat bagus pemahamannya. Bukan hasil akhirnya yang kutonjolkan, namun cara dia memahami suatu soal atau permasalahan itu yang kadang membuat saya sedikit exciting. Walaupun di semester akhir kelas satu ini justru matematikalah nilai terendahnya, 8.8. Persoalannya dia terlalu PD dengan pelajaran satu ini, sehingga dia kurang teliti dengan jawaban akhirnya. Pelajaran buat Bunda jangan terlalu pede dengan kemampuan anaknya sehingga mengurangi kekhusyuan Bunda mendo’akannya –jujur yang ini memang iya- Jadi pelajaran buat Bunda segala sesuatu haruslah dalam koridor yang sedang-sedang saja.
Kembali ke Kepala Sekolah yang sempat ditinggal beberapa saat ini.
“Wah liburan panjang nih, Mas Gangga, mau kemana?”tanya pak Kepsek.
“Belum ada rencana Ustadz, mungkin sementara masih dirumah saja,” jawab saya sambil merangkul kepala Mas Gangga yang senyam senyum malu.
“Yah…selamat berlibur ya?, Ibu mungkin saya titip pesen saja buat liburan Mas Gangga, titip sholat dan ngajinya jangan ketinggalan,” ucap beliau.
Subhanallah…asli saya sudah siap dengan titipan klise macam, hati-hati, nanti kembali ke sekolah dengan fresh dsb. Asli tak terpikir bahwa titipan liburan itu adalah sholat dan ngajinya mas Gangga. Terima kasih Ustadz sudah mengingatkan saya dengan titipan sederhana tapi berat itu.
Sholat dan ngaji mas Gangga asli masih bolong-bolong. Kalau diingatkan baru mau melaksanakan, kalau tidak ada yang ngingetin yah bablas wewsss ewess ewesss… Semoga liburan kali ini memang banyak memberi manfaat bagi perkembangan mental spiritualnya, terutama agar bisa menegakkan sholat dan ngajinya dengan tanpa paksaan.
Karena saya memang sangat anti memaksakan segala sesuatu yang belum bisa dipahamkan dengan kemauan dan kesadarannya sendiri. Kami orangtua hanyalah pendorong dan sesekali pengingat saat dia lupa. Kami tak ingin karena pemahamannya belum sampai dia menjalankan sholat dan ngajinya tanpa bobot rasa yang mengiringinya. Karena justru akan memberatkan tugas kami sebagai orangtua. Takutnya dia melakukan sholat dan nagjinya saat ada kami, dan ketika kami tak berada disampingnya dia meninggalkannya, naudzubillahimindalik. Semoga pemahamnnya tertancap kuat dalam ruang cinta, sehingga apapun yang dia lakukan adalah karena ada cinta disana, cinta kepada yang Maha Mencintai. Bi Barakatillah.
Finished 24.10.09
Sebenarnya sudah sedikit terlambat tulisan ini, karena liburan telah usai. Namun saya pikir lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Sekali mutiara tetaplah akan menjadi mutiara kapanpun dia digosok. Momen ini adalah ketika saya usai mengambil raport di sekolah Mas Gangga, ketika Kepala Sekolah menyapa Mas Gangga, beliau tahu itu anak didiknya walaupun tidak menggunakan seragam. Entah bagaimana beliau mengenali sosok anak didiknya, mungkin dari baunya kali ya? Hehehe….
“Gimana raportnya Mas Gangga?, Bagus?” tanya beliau. Kalau pertanyaan beginian harus Bunda nih yang ngejawab.
“Alhamdulillah Ustadz, selalu ada perkembangan baik,” jawab saya.
Ya saya patut bersyukur bahwa ketika awal masuk sekolah Mas Gangga termasuk siswa yang belum bisa baca tulis. Hanya bermodal minat dan antusiasnya. Dan syukurlah  dengan modal pemahamannnya yang baik dia mampu mengejar ketertinggalan. Bahkan dia sangat enjoy saat Ustadzah dikelas harus memberinya tambahan pelajaran Bina Prestasi seusai sekolah. Hasilnya … Subhanallah sejak semester satu Ayahnya selalu komentar, “Bener ta ini nilainya Gangga?” dan sejujurnya saya sendiri juga sedikit kurang percaya melihat gaya slenge’an mas Gangga saat di rumah. Pelajaran buat Bunda jangan memberi penialian underestimate terhadap anak sendiri.
Terutama dalam hal pelajaran eksakta seperti matematika dan komputer saya nilai dia sangat bagus pemahamannya. Bukan hasil akhirnya yang kutonjolkan, namun cara dia memahami suatu soal atau permasalahan itu yang kadang membuat saya sedikit exciting. Walaupun di semester akhir kelas satu ini justru matematikalah nilai terendahnya, 8.8. Persoalannya dia terlalu PD dengan pelajaran satu ini, sehingga dia kurang teliti dengan jawaban akhirnya. Pelajaran buat Bunda jangan terlalu pede dengan kemampuan anaknya sehingga mengurangi kekhusyuan Bunda mendo’akannya –jujur yang ini memang iya- Jadi pelajaran buat Bunda segala sesuatu haruslah dalam koridor yang sedang-sedang saja.
Kembali ke Kepala Sekolah yang sempat ditinggal beberapa saat ini.
“Wah liburan panjang nih, Mas Gangga, mau kemana?”tanya pak Kepsek.
“Belum ada rencana Ustadz, mungkin sementara masih dirumah saja,” jawab saya sambil merangkul kepala Mas Gangga yang senyam senyum malu.
“Yah…selamat berlibur ya?, Ibu mungkin saya titip pesen saja buat liburan Mas Gangga, titip sholat dan ngajinya jangan ketinggalan,” ucap beliau.
Subhanallah…asli saya sudah siap dengan titipan klise macam, hati-hati, nanti kembali ke sekolah dengan fresh dsb. Asli tak terpikir bahwa titipan liburan itu adalah sholat dan ngajinya mas Gangga. Terima kasih Ustadz sudah mengingatkan saya dengan titipan sederhana tapi berat itu.
Sholat dan ngaji mas Gangga asli masih bolong-bolong. Kalau diingatkan baru mau melaksanakan, kalau tidak ada yang ngingetin yah bablas wewsss ewess ewesss… Semoga liburan kali ini memang banyak memberi manfaat bagi perkembangan mental spiritualnya, terutama agar bisa menegakkan sholat dan ngajinya dengan tanpa paksaan.
Karena saya memang sangat anti memaksakan segala sesuatu yang belum bisa dipahamkan dengan kemauan dan kesadarannya sendiri. Kami orangtua hanyalah pendorong dan sesekali pengingat saat dia lupa. Kami tak ingin karena pemahamannya belum sampai dia menjalankan sholat dan ngajinya tanpa bobot rasa yang mengiringinya. Karena justru akan memberatkan tugas kami sebagai orangtua. Takutnya dia melakukan sholat dan nagjinya saat ada kami, dan ketika kami tak berada disampingnya dia meninggalkannya, naudzubillahimindalik. Semoga pemahamnnya tertancap kuat dalam ruang cinta, sehingga apapun yang dia lakukan adalah karena ada cinta disana, cinta kepada yang Maha Mencintai. Bi Barakatillah.
Finished 24.10.09
Iklan

  1. permasalahan solat dan ngaji juga jadi kendala adik2ku…susyaaaahnya kalo diingetin

    tengkyu mbak siwi, buat sharenya

  2. mas gangga tuh anaknya mbak ya?hehehe
    dah kelas berapa…
    wih…keren euy, jago matematika 😀

    oh iya,
    salam kenal mbak
    dari Makassar 🙂

  3. iya, Mas Gangga anak pertama saia, sekarang dah kelas dua, jago banget sih enggak, cuma kadang saya bengong-bengong dengan cara dia memahami sebuah permasalahan, pernah saya kasih sebuah game, cara nyeleseinnya dia runtut dari belakang, game itu dibongkar sehingga dia bisa nyelesein lagi, hehehe… salam kenal juga mbak Tutut, jauh euy… Makassar!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: