The Branch Manager of The Godness Kingdom


Kecenderungan wanita adalah suka dengan pemberian berupa “gift” itulah kenapa Tuhan menyematkan Surga dikakinya hatta kaki itu penuh daki dan jamuran…

Dan kecenderungan laki-laki adalah memanage sesuatu, sok ngatur-ngatur, sok memimpin dan itu adalah fitrah dari sononya, maka Tuhanpun membekalinya dengan Jubah untuk menjadi Branch Manager of The Godness Kingdom, itulah kenapa dalam ajaran agama saya, laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita…

Diakui atau tidak, suka atau tak suka, ada ridhoNya atas ridho laki-laki kepada kaum Hawa (baca : istrinya). Itulah kenapa Allah mengamanatkan sebuah gengsi, pangkat yang tertinggi atas laki-laki di muka bumi ini, menjadi wakil Tuhan atas diri wanita. Senyampang dia menjalankan SOP  dari Tuhan bernama Kitab Suci, senyampang dia tak melanggar komitmen Pakta Integritas dalam serah terima jabatan saat akad Nikah, senyampang tidak menyelingkuhi AD ART dalam Rukun Islam dan Iman , maka jabatan itu akan disandangnya sampai takdir memisahkan mereka. Dengan jabatan itu seorang laki-laki diperintahkan untuk memanage seorang wanita dengan rambu-rambu yang telah disediakan. Dan bagi wanita cukuplah dengan mematuhi sabda laki-laki maka Dia janjikan surga sebagai balasannya. Sesederhana itu? Tidak!

Bagi laki-laki betapa jabatan itu memiliki sebuah konsekwensi logis, gengsi itu dengan imbalan tanggungjawab yang tak kecil. Kantor Cabang yang dikepalainya pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Sebiji dzarrahpun penyimpangan atas apa-apa yang diatur, akan dimintai PJK hingga tuntas.  Boleh tidak percaya, wong ini juga keyakinan saya sendiri, percaya monggo, ora juga no problemo.

Tapi kok saya cenderung untuk percaya, mungkin malah meyakininya, bahkan mengimaninya. Bahwa setiap penyimpangan akan mendapat buahnya, ada reward n punishment -walaupun tak sesederhana itu cara kerja Tuhan- . Saya tidak sedang menjadi penakut (maksud saya menakut-nakuti, inspired by pemingkal) tapi Tuhan tidak sembarangan menciptakan makhluk yang konon sempurna ini, minimal Tuhan menitipkan segumpal daging untuk menjadi teman sekaligus guru bagi manusia dalam mengarungi kehidupannya. Dalam segumpal daging tadi Tuhan menitipkan sebuah titik yang bernama nurani. Dari nuranilah manusia terbimbing untuk menemukan dirinya.

Back to laptop…

Kepada laki-laki saya hanya ingin berkata omong kosong, jangan sekali-kali mempermainkan jabatan itu. Karena akibatnya sangat tragis. Dari pelanggaran kecil menyepelekan kesejahteraannya, KDRT, hingga selingkuh, semua berakibat tragis di dunia, dan entah di akhirat, saya kok berasa jadi ‘penakut’ ya?

Banyak contoh yang bisa saya jadikan modal jadi ‘penakut’. Kebetulan contoh itu tak jauh-jauh dari sekitar saya, pengumuman : tapi bukan saya ya! ada seorang kontraktor yang akhirnya dengan sukses menggulung tikar alias bangkrut alias pailit karena ia menduakan istrinya secara diam-diam. Ada pengusaha travel yang serasa jadi gelandangan saat menemukannya di sebuah terminal, karena berbaju kumel sobek disana-sini, dengan gambar kaos yang sudah tak berbentuk, dan warna kaos yang sudah puteh karena sepertinya sih dulu berwarna putih. Padahal dulunya dia terkenal sebagai laki-laki perlente, necis dan wangi khas pengusaha muda dan alasan meninggalkan istrinya karena ada wanita lain yang membutuhkan bimbingannya, that’s it! Ada lagi yang setiap punya kerjaan bagus selalu nyerempet-nyerempet bahaya dengan wanita lain, alhasil dia juga selalu gagal jadi orang kaya, baik kaya harta maupun kaya hati.  Dan masih buanyak lagi contoh real story lainnya.

Inti dari contoh diatas adalah ketika saya teringat pesan seorang Kyai, “Bersiaplah menandatangani kontrak menjadi faqir karena mempermainkan hukum Tuhan” (dh/i hukum yang mengikat sepasang manusia menjadi suami dan istri). So, bila anda merasa menjadi laki-laki pemberani dan kuat silahkan mempermainkan, menyelingkuihi bahkan melanggar komitmen dari SOP, AD ART, yang telah Tuhan gariskan untuk menyandang jubahNya, dan bersiaplah menantang Tuhan!

Apa pasal? Karena untuk bisa menjadi seorang Branch Manager berattt Bro! Harus ditebus dengan mahar saya paling nggak suka mahar dengan seperangkat alat sholat, pada saat Sertijab akad Nikah. Dengan menebusnya melalui mahar berarti detik itu juga Jubah sebagai Branch Manager itu kau sandang, maka detik itu pulalah engkau mengikat perjanjian dengan Tuhan. Tuhan Bro! bukan Direktur kantormu, bukan pak RT bukan Pak RW, ato Pak Lurah, ato Presiden, ini Tuhan Bro! Nggak main-main! Bahkan konon Tuhan mengutus para malaikat untuk mengaminkan setiap do’a yang terucap di detik akad nikah dikatakan “Sah!”. Mitsaqan Ghalidza adalah perjanjian laki-laki dengan Tuhan, kontrak untuk menjadi wakil Tuhan dalam diri wanita.Gagahkan?! Namun … itu diikuti pula dengan penandatanganan Pakta Integritas untuk menjalankan AD ART dan SOP yang jelas dan rinci.

Hmmm…lama-lama meneruskan tulisan ini saya jadi takut sendiri, karena kok berasa jadi ‘penakut’ ya? (masih inget kan arti kata ‘penakut’ dalam konteks ini?)

Kepada laki-laki saya ingin menyuarakan hati nurani *tsahh….*

Tidakkah kelak engkau ingin menjadi laki-laki gagah yang  mempertanggungjawabkan semua hal yang menjadi hak dan wewenangmu dengan hasil ekselen? Dihadapan seluruh ummat? Ketika istri dan anak-anakmu, bersaksi atas cintamu? Dihadapan Tuhanmu? Ketika seluruh jiwa dan cintamu sepenuhnya engkau persembahkan untuk keberkahan keluargamu, tak inginkah engkau melihat Tuhan Menangis mendengar persaksian mereka?

“Demi Allah aku bersumpah Ya Rabb, bahwa dia lelaki terbaik terindah dan teragung yang pernah kau hadirkan dalam kehidupanku didunia, maka genapkanlah kebahagiaanku untuk mendampinginya diakhirat yang kekal ini!”

“Demi Allah kami anak-anaknya bersumpah bahwa dia Ayah terbaik dan terhebat yang pernah kami miliki, aku bangga Rabb bahwa dalam darah kami mengalir darahnya, ijinkanlah ia menempati surga terindah yang telah engkau janjikan kepada lelaki yang telah luar biasa mengukir jiwa dan raga kami!”

Subhanallah…

Kepada wanita saya hanya pengen rasan-rasan sesama wanita, sebenarnya selama Branch Manager kita normal menjalankan rules of the games dan kita khusyu’ mengaminkannya dengan seluruh ketulusan cinta dan kepercayaan yang penuh, tanpa memenjara mereka dalam sangkar ‘kepemilikan’, saya yakin kerajaan cinta ini akan dibangun diatas keindahan dan diudarai oleh cinta yang beroksigen murni. Karena pada dasarnya setiap manusia adalah receiver dari sifatNya yang Ar Rahman Ar Rahim. Dan ketika kita bersentuhan dengan ar Rahim  Ar RahimNya yang dititipkan pada wakilNya yang menjabat sebagai Branch Manager tadi, maka sebenarnya kita tengah tenggelam dalam cintaNya yang tak terbatas.

Finished, 11 Feb 2010

Kudedikasikan kepada seseorang yang senantiasa membuatku jatuh cinta, dan menjagaku untuk senantiasa jatuh cinta padanya, absolutely I love you…

My Branch Manager of The Godness Kingdom, Mas Guruh

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: