Mengaji Al Hikam (7)


Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan, padahal waktunya telah tiba, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu. Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu dan memadamkan cahaya relung hatimu.

Al Hikam : 7

 

Pernahkan panjenengan mendengar orang-orang mensyukuri apa yang telah mereka raih, dengan kalimat, “JanjiNya memang benar!” meyakini betul bahwa apa yang diraih memang telah sesuai janjiNya. Namun bila kemuliaan yang dijanjikan itu tak kunjung datang masihkah ia bisa berkata bahwa, “ JanjiNya memang benar?”

 

Suatu keadaan yang sulit terkadang harus menguras semua tabungan energi kesabaran kita. Habis sampai kering kerontang. Namun ‘janji’ itu tak jua datang menghampiri. Habis keringat kita, habis air mata kita, habis kesabaran kita menanti datangnya sang ‘janji’.

 

Tapi sebenarnya siapa yang menentukan masa ‘habis’nya kesabaran kita? Nafsu kita atau keadaan memang sudah menentukan ‘habis’? Cobalah kembali direnungkan siapa yang menentukan batas ‘habis’ tadi? Keinginan kita atau Allah? Jawaban pastinya adalah keinginan kita yang terlalu menggebu, mendahului takdir. Kesabaran kita yang ternyata tidak sabar. Ketamakan kita yang ternyata berkata ‘habis’!

 

Karena sebenarnya mengimani apapun janjiNya, entah datang atau tidakpun, menentukan kebeningan mata batin kita. Bila ada keikhlasan yang dilandasi cinta disana, tak perlu ada lagi kekecewaan karena janjiNya ‘tidak’ datang. Karena yang ada cinta. Kita bisa merasakan cinta kita kepadaNya dalam kondisi apapun, dimanapun, kapanpun!

 

Entah janjiNya datang atau ‘tidak’ sudah tidak perlu lagi, karena yang kita butuhkan hanya pancaran cintaNya pada jiwa kita untuk terus berkarya mempersembahkan karya terbaik apapun peran yang harus kita lakukan.

 

Yang menjadi pekerja jadilah pekerja yang baik,

Yang menjadi petani jadilah petani yang tekun,

Yang menjadi amir, jadilah amir yang amanah,

Yang menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang shiddiq,

Yang menjadi ulama, jadilah ulama yang qona’ah..

 

Wallahua’lam.

 

Ramadhan 5, 1432 H/ Jum’at 5 Agustus 2011

 

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: