Mengaji Al Hikam : 13


Bagaimanakah hati dapat bersinar sementara gambar dunia terlukis dalam cerminnya? Atau, bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah kalau ia masih terbelenggu syahwatnya? Atau bagaimana hati akan antusias menghadap ke hadirat Allah bila ia belum suci dari ‘janabah’ kelalaiannya? Atau bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya?

Al Hikam : 13

Hati itu receiver, penerima sinyal dan frekwensi. Tidak percaya? Coba panjenengan lihat orang-orang yang punya hobi memancing misalnya, maka ketika suatu saat ia ketemu dengan sesama pemancing bisa dipastikan pembicaraan mereka akan gayeng. Saat ini banyak terbentuk komunitas-komunitas di dunia ini. Karena apa? Karena hati mereka tersatukan oleh kesukaan mereka pada dunia yang sama.

Begitulah isi hati kita akan mencerminkan pola hidup kita. Tak perlu mengaku-ngaku karena hati sudah menjelaskan lewat tubuh kita. Maka demikianlah ketika hati kita berisi keburukan maka outputnya akan menjadi buruk, minimal sesuatu yang tak berguna. Bila hati kita berisi bermacam permainan dunia maka jangan heran bila cahayaNya pun akan sulit menembus kebeningannya.

Ah sudahlah, bagaimana kalo kita sekarang mulai menyibak, satu-persatu penghalang hati kita?

Carilah setan dalam dirimu maka engkau akan bertemu Tuhan, bila kita mencari debu-debu, jelaga, bahkan kerak-kerak yang telah menggumpal dihati maka berusahalah untuk menyingkirkannya, karena dengan begitu kebeningan itu akan terpancar dengan sendirinya atas perkenanNya.

Wallahua’lam

9 Ramadhan 1432 H/ 9 Agustus 2011

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: