Mengaji Al Hikam : 20


Bila semangat seorang salik ingin berhenti pada sebagian yang tersingkap baginya, suara-suara hakikat memperingatinya ‘Yang engkau cari masih didepan!’ demikian halnya bila tampak keindahan alam, hakikat-hakikat akan memperingatimu, ‘Kami hanyalah batu ujian, maka janganlah engkau kafir’ (QS 2 : 102)

Al Hikam : 20

 

Perjalanan seorang salik menujuNya terkadang begitu membuai. Ada hal-hal ghaib dan karunia-karuniaNya yang ia temukan dalam perjalanan itu. Bila memang hanya Allah tujuannya maka keghaiban dan karunia-karunia itu akan menyingkapkan jalan untuk terus menujuNya. Dan sesungguhnya itu hanya batu ujian bagi hakikat perjalanan seorang salik. Apakah benar perjalanan itu hanya menujuNya ataukah ia cukup puas dengan fenomena-fenomena yang ia temui ditengah jalan.

Fenomena itu ibarat seorang anak kecil yang terdampar dalam dunia gula-gula, dimana gula-gula itu bias dinikmatinya tanpa bayar sepeserpun! Namanya karunia ya pasti gratisan lah J! Seperti itulah pesona yang dihadirkan kepada sang salik. Maka bila tidak berhati-hati seorang salik akan berhenti  dan tersesat dalam dunia gula-gula yang semu. Namun bila mata batinnya telah siap dan teguh untuk hanya menujuNya maka ujian-ujian tadi justru akan memperingatkannya untuk meneruskan perjalanan menuju cahayaNya yang mutlak! Fenomena itu justru akan membuatnya semakin tenggelam dalam keteguhan cinta kepadanya.

Waalhua’lam

18 Ramadhan 1432 H/Kamis,18 agustus 2011

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: