Fesbuk


Saya sedang menahan diri dari godaan marah, rasanya pengen nguntal wong..:| *eaaaaa. Daripada energinya ndak manfaat mending kita obrolin fesbuk yuk…

Setelah sekian lama saya ‘jijay’ dan geram dengan jejaring sosial bernama fesbuk, ya akhirnya saya mengakui dia memang ada gunanya…*dikeplak.

Jadi saya memang dengan alasan pribadi banget sih, ndak begitu tertarik dengan segala huru hara yang ditawarkan fesbuk. Dan saya konsisten dengan ketidaktertarikan itu, dengan tidak mempunyai akun fesbuk, menurut saya nggak penting aja dan buang-buang waktu*digerus.

Bisa jadi saya memang tipe orang yang unsocial, cenderung introvert (pasti banyak yg ndak percaya), percayalah itulah saya sebenarnya. Kembali soal fesbuk, kalopun akhirnya saya buka akun fesbuk, karena ada proyek sosial yang rencananya mau dikerjakan dengan sohib saya, tapi belum kesampaian masih sebatas mimpi. Akhirnya memang akun saya itu mangkrak, ndak terurus, karena memang sekali lagi menurut saya fesbuk itu buang-buang waktu. *dirajam

Kemudian awalnya saya dapet modem merk casio dengan paket yang super murmer, dan yang penting sinyal di kediaman saya wuzz..wuzzz anti buffering. Sehingga saya ijinkan anak-anak mengenal internet. Anak-anak akhirnya dengan semangat 45 langsung merayu saya bikin akun fesbuk buat mereka. Saia pikir bolehlah…

Akhirnya berselancarlah kami di ranah fesbuk..:|

Akhirnya buka-buka akun saya lagi, kemudian ada tawaran-tawaran buat nge add sobat-sobat n handai tolan. Saya tak berniat ngeksis di fesbuk sih, cuma pengen liat-liat propil2 sobat dan handai tolan yang jauh-jauh di mato saya. Dannn ketika saya membaca-baca propil2 tersebut terbesitlah satu lintasan ide, saya merangkum berita2 status2 poto2 yang tersaji di fesbuk seseorg, dan itu bisa saya jadikan bahan pembicaraan nanti saat mudik. Biasanya ketemu sodara yang lamaaa banget ndak ketemu, pembicaraan jadi agak canggung dan garing. Maka akan lain cerita kalau saya mengumpulkan bahan-bahan pembicaraan mulai sekarang dari fesbuk.

Saya akan mengejutkan mereka dengan pertanyaan fantastik, ‘hey mas piye? Sawahe wis dipanen ta?’ ato tanya’ wah anaknya sudah sehat to?’ ato,’gimana dagangan siomaynya lancar?’ ato ‘piye promosi jabatane wis menggelinding tah?’ n so on. Saya yakin mereka akan bertanya-tanya kok saya bisa sedemikian gayeng bisa mengikuti kehidupan mereka, hehehe… Do’a saya hanya satu, ‘semoga ndak tertukar info yg masuk di otak saya’

Dan saat mereka terbengong-bengong maka saya akan ketawa dengan riang, ohh asyiknya…

Ah ternyata fesbuk ada gunanya juga *diuleg…….walopun kemaren saya dislentik temen saya gini, ‘iki fesbukk opoooo kok kenale mung wong lima???

Ahihihihi….

Iklan

  1. “iki fesbukk opoooo….”, membacanya dengan membayangkan logat tertentu, tiba-tiba saya teringat Pak KH. Anwar Zahid dalam salah satu pengajiannya, hehehe….




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: