jangan remehkan passion


 

Passion ki opo to Yu? Kira-kira kalau saya terjemahkan bebas passion itu ‘klangenan’ (translate bahasa Indonesianya apa ya?) atau semacam gairah akan sesuatu *haishh

Saya kok mempercayainya passion itu termasuk karunia langsung dari Allah. Lha iya, siapa yang menyusupkannya di kalbu sampeyan sehingga sampeyan tertarik akan sesuatu itu. Dimana sesuatu itu mungkin bagi orang lain hal remeh temeh, atau malah satu bentuk kemustahilan baginya.

Contoh soalnya saya aja sendiri. Selain pekerjaan utama saya dibidang manggul kapal laut, saya punya passion lain yaitu pinjam buku, egh kalau itu bukan passion ya? Oke diulangi, passion saya yang lain adalah luberan dari kehobian saya pada membaca yaitu menulis. Artinya karena saya hobi membaca, akhirnya saya jadi suka menulis juga. Teori saya mbuh bener opo ora, suka menulis itu otomatis suka membaca walopun suka membaca belum tentu suka menulis. Kembali ke contoh soal tadi, walopun bukan kategori penulis handal, dan belum layak dikatakan penulis, tapi minimal sudah bisa membuat suami saya klepek-klepek dengan rayuan tulisan saya, menurutku itu sudah cukup membuat saya disebut menyukai menulis.

Nah yang perlu saya catat disini adalah, sebenarnya kan jauh antara menulis dan manggul-manggul kapal, sekolahe ra baen-baen, di STM Perkapalan. Tapi sejauh ini saya cuek bebek saja. Kerja ya kerja, sementara hobi nulis selain buat suami juga saya tuangkan dalam blog, ikut komunitas-komunitas yang bisa blajar nulis sekaligus dibantai-bantai. Ya ra papa, wong itu justru mengasah kepedean dengan gaya tulisan saya. Jadilah dua hal tersebut berjalan seolah ‘sendiri-sendiri’.

Tapi kalau sampeyan mempunyai passion tertentu dan kebetulan bidang itu jauh dari pekerjaan sampeyan, jangan kecil hati. Karena ternyata dalam suatu titik keduanya bisa jadi ‘kawin’. Kalaupun tidak ya ndak apa-apa wong namanya passion, atau klangenan itu ndak butuh sarana, seneng ya seneng dan pasti apa pun dilakukan untuk itu. Mau diberdayakan agar menghasilkan uang atau berhenti sebagai passion saja kan ora masalah to?

Dan sampailah saya pada titik ‘perkawinan’ tadi. Passion saya bertemu dengan wadah pekerjaan saya. Jadi kalau selama ini kerjaan saya masih manggul-manggul kapal, maka saya diberi tugas baru yang intine kongkon nulis. Lha nulis opo? Ya banyak, nulis di webnya pabrik saya, nulis press releasenya pabrik saya, nulis advertorial, nulis sembarang kalir tentang pabrik saya lah intinya.

Jadi pesan morale saya cuma mau bilang jangan remehkan passion, karena bisa jadi itu cara Gusti Allah menyayangi dan memberdayakan sampeyan, demikian, sumangga…

ujung, 4 april 2013

Iklan

  1. Sinta Nisfuanna

    piye Mbak carane nemu’no Passion

    • yang plg dekat dan mampu kita jalani saja, aq merasa passionku bnyk, dan semua sdh saya coba, tp yg ini lebih realized utk sy jalani, bukan brrti ini satu2nya passion saya, tp kebetulan ini passion yg memungkinkan utk saat ini..demikian, mbantu pora yo? hehehe

  2. potrehkoneng

    beeeeeh… keren ini. ancen wes master tenan :*

  3. kalo saya nulis angka,nulis huruf. *yo mesti* 😆

    salam kula mbak,

    Tj




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: