Archive for the ‘mutiara hidup’ Category


Terlihat seorang bocah memakai rompi biru tua seragam sekolahnya dengan dua peniti besar untuk mengancingkannya, dan simak percakapan mereka : Lanjut Baca »


Pernahkan panjenengan menyadari bahwa Tuhan menciptakan tiga keadaan kepada kita?

Lanjut Baca »



Pendamlah wujudmu dalam ‘tanah’ tak dikenal, karena sesuatu yang tumbuh dari benih yang tak ditanam (terlebih dahulu) buahnya tiada sempurna.

Al Hikam : 11

Lanjut Baca »


Amal itu beragam, lantaran beragamnya keadaan yang menimpa hati.

Al Hikam : 9

Lanjut Baca »


Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan, padahal waktunya telah tiba, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu. Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu dan memadamkan cahaya relung hatimu.

Al Hikam : 7

  Lanjut Baca »


Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin pengabulan do’a sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan waktu yang engkau ingini.

(Al Hikam : 6)

Lanjut Baca »


Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata batinmu.

Al Hikam : 5

Lanjut Baca »


Istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu, karena segala yang telah diurus untukmu oleh “Selainmu”, tak perlu engkau turut mengurusnya.

Al Hikam : 4

Lanjut Baca »


Keinginanmu untuk lepas dari urusan duniawi, padahal Allah membekalimu dengan sarana penghidupan, adalah syahwat yang samar. Sedangkan keinginanmu untuk mendapatkan sarana penghidupan, padahal Allah telah melepaskanmu dari urusan duniawi adalah suatu kemunduran dari cita-cita luhur. (Alhikam -2)

Lanjut Baca »


Bila kau Mampu menjadi Cahaya

Lanjut Baca »