Archive for the ‘tulisan orang lain’ Category


Sebelum membaca tuntas postingan saya ini tolong di buka dulu tulisan sobat saya ini  Saya tertarik nge-link tulisan sobat ini….Karena ini bener2 memenuhi kehausan saya atas iklan-iklan menyesatkan yang bertebaran di penjuru Indonesia. Mestinya memang harus dibuat aturan jelas tentang sebuah iklan. Saya kadang gregetan juga kok orang mau-maunya dibujuki sama iklan. Kenapa nggak mikir logis aja gitu Lo! Ya nggak mungkin lah mereka bagi-bagi berkat dengan membanting harga dengan sebanting-bantingnya kalo nggak ada ujung-ujung *Syarat dan Ketentuan berlaku* Lanjut Baca »


Memang tahun ini ada perbedaan tentang penentuan Hari Raya Kurban 1428 H. Saya kok malah semangkin terbiasa dengan seringnya berbeda hari raya. Gak masalah gitu loh!!! Bagi saya yang sangat lemot urusan menentukan hukum beginian, ikut ulil amri saja, selama hal-hal tidak mengusik akidah saya. Tentang urusan Halal atau Haram berpuasa hari ini biarlah itu menjadi hak mutlak Allah saja. Itu sudah diluar service area saya. Lagian saya juga gak peduli tentang amalan, Cukuplah bagi saya Allah saja. Kalaupun Allah menghukum saya karena hari ini berpuasa, akan saya leg (baca : telan) saja! Akan saya terima dengan sepenuh hati Gusti, karena saya cinta Engkau! Pokoknya aku cinta Engkau, dan puasa ini biar jadi urusanMu. Pokoknya puasa ini untukMu terserah Engkau terima atau tidak. (Tapi Gusti disudut hati saya menangis seandainya tidak Kau terima puasa ini, karena teringat tadi malem saur dengan segelas air putih dan dua keping Biskuat, dan ternyata masih kuat, dan insyaallah akan kuat hingga Maghrib dengan ijinMu)

Ada tulisan menarik dari seorang pakar Astronomi dari LIPI (tolong dikoreksi kalo salah) Bapak F Amhar, menurut saya menarik, jangan mengasumsikan beliau ini NU apa Muhammadiyah yang jelas beliau Islam.

IEDUL ADHA SETENGAH HATI
Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar
Aktivis pro syariah & pecinta astronomi

Iedul Adha tahun 2007 (1428H) saya hadapi dengan setengah
hati. Setengah karena taat kepada sebuah hukum syara’,
dan setengah lagi karena tahu bahwa hukum itu telah
diterapkan tanpa mengindahan sebuah keniscayaan ilmiah. Lanjut Baca »