Archive for the ‘siu belajar di sini:’ Category


Aku mengenal dunia maya sekitar akhir tahun 1999-an saat masih mengerjakan proyek di Jakarta. Perkenalan perdana itu masih sebatas email dan browsing. Itupun dengan account email yang dibuatkan seorang sahabatku, Bisri. Ketika proyek itu selesai kukerjakan saya harus kembali ke base camp, atau kantor pusatku di Surabaya, saya harus puas dengan menghentikan aktifitasku di dunia maya karena di kantorku ini memang belum tersedia jaringan internet.  Sampai-sampai teman-temanku yang rajin mengirimiku email harus komplain karena tidak bisa lagi mengirimiku email karena account emailku sudah terlalu penuh, yang ternyata juga terblokir karena lalu lama tak dibuka.  Barulah sekitar tahun 2002 ketika aku pindah ke Departemen Humas di perusahaanku aku bisa mengakses internet kembali. Account yang telah mati suri itu segera kuaktifkan lagi, dengan ribuan email yang masuk. Rasanya lega, suer!
Aku pernah membaca artikel tentang blog di majalah Intisari. Rasanya tertarik sekali pengen membuat blog, secara saat-saat itu aku mulai sering menulis, menulis tentang keseharian, semacam diary yang kusimpan di folder fileku. Maka segera kucari tahu tentang pembuatan blog ini. Dulu mengenal email aja serasa menemukan ‘keajaiban’ karena kecepatannya mengirim berita. Apalagi sekarang ketemu yang lebih ajaib lagi, karena berbagai tulisan kita bisa berkibar di dunia maya. Rasanya amazing banget, apalagi ketika tulisan itu mendapat komentar. Rasanya puas yang tak terbahasakan.
Awal pembuatan blog ini sangatlah rumit, karena aku benar-benar membuat dengan otodidak, tak seorangpun yang membantuku, kalaupun membantu paling sebatas pertanyaan, “Kalau mau menampilkan menu seperti di blog si A gimana?” kemudian si temen tadi memberi sebuah link kepadaku untuk belajar sendiri. Awalnya sebel juga dengan cara dia mengajariku, maunya aku to the point aja biar gak ribet, namun belakangan aku baru merasakan cara mentoringnya yang seperti itu, karena ternyata itu membuatku melek dengan dunia blogging. Narsisnya, ‘aku jadi lebih pinter’ dengan cara dia mengajariku. Awalnya aku membuat blog di blogspot, dimana Blogger lebih memungkinkan kita berkreasi sepuasnya. Asalkan kita menguasai bahasa HTML. Dan untunglah banyak para blogger yang menuliskan tips-tips untuk merangkai sebuah menu. Walaupun tinggal copas (Copy paste) tapi bila kita tidak mengetahui sedikit banyak tentang bahasa html maka juga akan kesulitan. Saat itu pemilik layanan blog seperti Blogger belum membuat versi bahasa Indonesia sehingga harus sedikit terbata-bata membaca suatu perintah membuat menu di blog, secara Inggrisku tak bergrammar.  Jadilah aku mupeng dengan dunia blog ini selama lebih dari dua bulan. Blogger sebagai pemilik layanan blogspot juga belum se-simple sekarang, saat ini layanan blogspot, dan WordPress sudah sangat memadai untuk membuat tampilan blog kita jadi ciamik soro! Karena ingin menu seperti apa tinggal mengcreate dari dashboard kita tanpa susah-susah menjejalkan berbagai perintah bahasa html, karena fasilitas itu semua sudah tersedia. Kecuali memang kita maniak berdandan di blog tentu blogspot masih membuka peluang itu.
Jadilah pertengahan tahun 2006 aku mencoba menguprek blog, dan alhasil pada bulan September 2006 beberapa tulisanku berhasil nangkring di siuhik.blogspot.com.  Hasil postingan perdana itu tak membuatku puas, karena aku terus menguprek blogspotku hasil dari blogwalking. Dari acara jalan-jalan di dunia maya itu membuatku selalu merasa kurang dengan tampilan blogku, sampai rasanya pusingggg sekali kalau belum bisa memecahkan sebuah hasil tampilan. Dari mengupload foto, membuat root menu, menampilkan kalender, membuat tulisan berjalan, sampai tempelan-tempelan unik lainnya, dulu harus kukerjakan sendiri dengan mencari menu-menu aplikasi dari blog-blog para pakar blogspot. Yang sering saya buka ada blog dari Anang, Kang Kombor, Kang Arif, dsb. Dan dari Kang Kombor pula akhirnya saya bermigrasi ke WordPress, karena terkena iming-iming bahwa di WordPress walaupun tak sebebas Blogspot namun lebih simple, dan juga karena dijanjikan bahwa tulisan saya di Blogspot bisa diekspor atau diunduh ke WordPress. So artikel yang telah terkumpul dari blogspot bisa langsung nangkring di alamat wordpressku lengkap tak tertinggal secuilpun, kecuali komentar-komentar dari Oggyx di blogspotku. Akhirnya dengan BIsmillah kulaunching rumahku di dunia maya yang beralamatkan cahayabintang.wordpress.com. Dan sesuai dengan iming-iming diatas aku memang bisa mengekspor semua fileku ke wordpress dengan langkah yang sangat mudah, semudah membalik telapak tangan *soriii bukan iklan* hingga sekarang aku yang memang lebih berkonsep minimalis lebih nyaman untuk tinggal di perkampungan wordpress. Lebih simple, ga suka rese’ dan yang lebih penting lebih mudah untuk memposting tulisan. Walaupun sekarang blogspot maupun multiply juga tak kalah ciamiknya, semua kembali pada selera.
Untuk dunia jejaring sosial aku masih mempertahankan ID YMku siuhik, karena sejak awal lebih familiar dengan beliaunya itu. Untuk masuk ke layanan semacam facebook, twitter, n so on yang sekarang buanyak sekali aku belum tertarik. Dengan dua dunia blogging n chatting saja aku merasa sudah cukup, sehingga undangan yang banyak banget masuk di imel dari FB, Twitter n so on dengan terpaksa aku tolak semua, maaf!
Begitulah dunia maya merambah diriku, tapi akupun merasakan aku tidak membabi buta. Mungkin karena aku telah mengenalnya lama sehingga setiap ada layanan baru tak serta merta aku membabi buta. Aku setia dengan apa yang ada, bukan berarti aku tak mengikluti perkembangan dunia maya, tapi entahlah aku merasa itu belum kuperlukan saat ini. Aku berusaha untuk tidak ndeso. Setiap ada yang baru jadi berbondong-bondong seolah besok akan kehabisan, sehingga dianggap ga gaul. Tapi semua itu hak mereka, dan aku menghargainya seperti aku juga ingin dihargai dengan pilihanku.
Dunia menulis seolah nyawa bagiku, tak menulis sehari rasanya kepala ini jadi pening. Walaupun tulisan itu masih tulisan sederhana bukan untuk komersial tapi aku puas, aku bahagia bisa menulis sehingga dunia blogging tetaplah menjadi prioritas utamaku. Entah sampai kapan. Tapi rasanya tak mungkin aku tinggalkan.
Finished Ujung, 08.10.09
Aku mengenal dunia maya sekitar akhir tahun 1999-an saat masih mengerjakan proyek di Jakarta. Perkenalan perdana itu masih sebatas email dan browsing. Itupun dengan account email yang dibuatkan seorang sahabatku, Bisri. Ketika proyek itu selesai kukerjakan saya harus kembali ke base camp, atau kantor pusatku di Surabaya, saya harus puas dengan menghentikan aktifitasku di dunia maya karena di kantorku ini memang belum tersedia jaringan internet.  Sampai-sampai teman-temanku yang rajin mengirimiku email harus komplain karena tidak bisa lagi mengirimiku email karena account emailku sudah terlalu penuh, yang ternyata juga terblokir karena lalu lama tak dibuka.  Barulah sekitar tahun 2002 ketika aku pindah ke Departemen Humas di perusahaanku aku bisa mengakses internet kembali. Account yang telah mati suri itu segera kuaktifkan lagi, dengan ribuan email yang masuk. Rasanya lega, suer!
Iklan